Yep, tepat kemarin, 12 Juni 2009, adalah akhir dari kebersamaan XI A 5 selama setahun penuh menuntut ilmu bersama, bercengkerama bersama, menggila bersama, dan melakukan hal-hal menyenangkan lainnya bersama. Kalau diingat-ingat lagi, ada banyak kejadian yang indah dan berkesan yang ditorehkan di memori kami selama enam bulan kedua, yang benar-benar mempererat kebersamaan dan kesatuan kami sebagai satu keluarga di XI A 5.
Pengalaman yang cukup berkesan (menurut gue) dimulai ketika hari Valentine, ada acara kirim-kiriman surat pas pelajaran Bahasa Inggris, terus ada acara kebersamaan kelas yang diadakan OSIS, dimana kelas kita ikut dua lomba: Best Couple dan Lomba Parcel. Kita dapet juara 2 di lomba parcel. Meskipun kita nggak menang di lomba Best Couple, tetep aja kelas kita cukup mengguncang karena di lomba ini perwakilan kita, Podi dan Raissa, ngegombal di panggung (aslinya sih Podi doang, hehe).
Kebersamaan pun terus dibangun (ceilah) melalui acara-acara jalan-jalan yang diadakan—biasanya sih mall-to-mall, mulai dari GI, TA, dan PP. Sering nggak ikut sih gue (T.T) tapi gue tetep senang karena kelas tetap kompak. Kalau nggak lagi ada rencana ke mall, kebersamaan tetap terbangun melalui jam-jam kosong di kelas: biasanya kita nyanyi-nyanyi di kelas diiringin Shilton dengan gitarnya, gila-gilaan, ngejayus, dan sebagainya. Oiya, kita juga sempet pergi ke Dufan jalan-jalan bareng. *guegakikutlagi*
Puncak kebersamaan benar-benar terasa ketika acara perpisahan XI A 5 di Bogor, tanggal 10-11 Juni 2009. Kronologi cerita kebersamaan ini menurut gue so sweet (hoho). So here it is..
* * *
Rencana jalan-jalan kami udah tercetus dari lama banget, mungkin kira-kira bulan Mei atau bahkan April akhir. Pertamanya kita berencana untuk pergi ke Carita, tapi karena suatu dan lain hal banyak yang gak bisa dan akhirnya sempet dorman (hoho) rencana itu, sampai akhirnya suatu hari Pricil bikin note di Facebook untuk membicarakan rencana perpisahan kita. Setelah melalui tahap perundingan, penandatanganan, dan pengesahan (loh) akhirnya kita setuju untuk ngadain perpisahan di villanya Pricil di Bogor—cuma semalam karena rada susah waktunya.
Pagi itu, tanggal 10 Juni, tiba-tiba beredar SMS yang mengatakan bahwa Pricil nggak bisa ikut. Waduh? Kan ribet tuh jadinya. Pricil nggak bisa ikut karena suatu alasan *censored*. Satu hal yang so sweet dari hal ini adalah pada akhirnya Pricil jadi ikut karena apa yang menjadi alasannya itu udah ‘beres’. *maaf geje, rahasia perusahaan*
Akhirnya kita jalan ke Bogor sore-sore (dari yang tadinya niat berangkat pagi-pagi). Nah, perjalanan ini cukup seru, karena ada beberapa anggota kelas yang tadinya nggak mau ikut, atau nggak tau jadinya nggak ikut, akhirnya ikut juga. Nah, perjalanan ke Bogor ini cukup seru juga karena kebagi beberapa rombongan:
- Rombongan Pricil, berangkat dari Smukie naik mobil Adit.
- Rombongan Podi, berangkat dari Smukie naik kereta.
- Rombongan Yongki, berangkat dari Buperta naik mobil Yongki.
Cihuy nggak sih ngeliatnya? (hoho)
Pada akhirnya semuanya ngumpul di Bogor sekitar pukul 19.00. Setelah mandi et cetera kami pergi makan ke resto terdekat. Pas lagi makan, tiba-tiba ada telepon dari Jesslin. Dia ternyata baru tahu kami pergi ke Bogor, dan dia pingin ikut—waktu itu jam 20.00. Dan dia ternyata pergi! Dia sampai di villa Pricil sekitar jam 23.00 setelah melalui sedikit perjuangan untuk memperoleh izin—ain’t it sweet?
Di villa Pricil banyak hal yang kita lakuin: nonton bola, main UNO, main Mahjong, main capsa, main tepok nyamuk, dan lain-lain, pokoknya segala macam kita lakukan untuk mempererat kebersamaan kita (sebenarnya itu alami sih). Akhirnya hampir semua menyerah sekitar pukul 02.15 dan pergi tidur—tersisa tiga orang yang berusaha melawan kantuk namun akhirnya gagal.
Pagi itu aktivitas kembali dimulai sekitar pukul sembilan: sarapan, nonton Dahsyat, maen Mahjong (lagi), mandi, dan lain sebagainya. Setelah semua siap, kita berfoto ria di depan villa sebentar, lalu memulai petualangan berkeliling Bogor hari itu. Kita naik angkot (ngebajak 2 angkot penuh) ke Gang Aut buat wisata kuliner kecil-kecilan, dan setelah itu kita ke Kebun Raya Bogor untuk mendekatkan diri pada alam (cihuy). Waktu pulang dari Kebun Raya ternyata udah sore hampir jam 3, padahal kita berencana untuk pulang jam 3an. Akhirnya kita semua pulang dan makan di dekat villa. Pulang ke villa kita beres-beres dan jalan pulang dalam tiga rombongan: mobil Anthony, mobil Adit, dan mobil Pricil. Kita tiba di sekolah lagi sekitar pukul 18.30 (rombongan Anthony dan Adit).
Memang perjalanan ini capek walaupun cuma satu malam, tapi dua hari dan satu malam itupun adalah suatu memori indah yang nggak akan kami semua lupakan…
* * *
Memang sedih rasanya harus berpisah dengan keluarga yang udah lama banget kita sama-sama. Satu harapan gue (yang cuma angan-angan) adalah kita sekelas lagi.. Tapi meskipun ntar kita udah nggak sekelas lagi, gue berharap kita tetep stay in touch dengan yang lain.. Jangan sampai kebersamaan yang udah kita bangun terlupakan begitu saja..
Teman-teman, sukses ya di kelas yang baru.. Jangan pernah lupakan XI A 5..
XI A 5, may we stay together!